“Krapyak…” (Cerita Yang Belum Selesai …)

  1. Ningsih baru pulang sekolah, didepan rumah membuka sepatu. Belum selesai membuka sepatunya, Ibunya memanggil dan mengatakan kalau ada kiriman paket untuknya.
  2. Ningsih langsung masuk rumah dan mengambil kotak paket yang sudah terletak di meja.
  1. Paket itu ternyata berasal dari Pesantren Krapyak Yogyakarta.
  2. Ningsih langsung membukanya dan isi nya ternyata pemberitahuan bahwa ningsih adalah pemenang juara 1 lomba menulis yang diadakan pesantren tersebut.
  3. Hadiahnya berisi uang tunai, piagam, kumpulan poster tentang Pesantren, dan sebuah buku biografi.
  • Ningsih memandangi satu persatu hadiah yang diterimanya.
  1. Ningsih dipanggil Ibunya
  2. Ningsih ingin mnceritakan tentang isi paket itu, tapi ibunya tidak menanyakannya
  3. Ibunya menyuruhnya makan siang, dan langsung ke ladang.
  4. Ibunya mengingatkan tentang tugas yang harus dilakukannya setelah berada di ladang
  5. Setelah makan, ningsih masuk kekamar, kembali memandangi poster poster yang diterimanya.
  6. lalu mengambil wudhu, sholat dzuhur, dan langsung bersiap pergi ke ladang
  7. Sampai sore, ningsih diladang kemudian pulang.
  8. Ningsih kembali memandangi poster poster berisi gambar-gambar pesantren krapyak
  9. membaca bukunya..
  10. keinginannya semakin kuat nuk bersekolah disana
  1. Ningsih sholat ashar
  2. Maghrib menjelang..
  3. Makan malam
  4. saat makan malam, ayahnya menanyakan ningsih mau sekolah dimana.
  5. Ningsih mengatakan ingin sekolah di Pesantren Krapyak Yogyakarta
  6. Ningsih menceritakan tentang apa yang diacanya dari buku..
  1. Ayahnya memotong tidak setuju, dengan alasan biaya mahal, keuangan yang tidak pasti. siapa yang akan membantu ayah dan ibu dirumah kalo ningsih pergi sekolah jauh serta banyak alasan lain.
  2. Ningsih terdiam, belum habis lagi nasi nya ningsih langsung kekamar… membayangkan kehidupannya dipesantren kalau dia sekolah disana sambil memandangi poster2 tentang krapyak.
  1. Malam itu cerah… bulan penuh.. angin lembut menyapa bintang.. ningsih tertidur..
  2. Besoknya ningsih ke sekolah lagi.. untuk rapat perpisahan dengan teman-temannya
  3. disela sela bersama temannya, mereka bercerita akan bersekolah dimana
  4.  ketika ningsih ditanya, ningsih terdiam..

krapyak

Point point diatas adalah rangkaian cerita yang rencananya akan saya buat menjadi sebuah film. Sayangnya saya belum tahu akan seperti apa akhir kisah Ningsih dalam film ini.

Dalam keinginan saya, film ini bisa menjadi semangat bagi anak-anak indonesia untuk bersekolah di pesantren.

Kisah ningsih bisa jadi adalah kisah anda, kisah kita. Mungkin ada diantara kita sekarang harus menyalahkan masa lalu kita karena kesalahan orang tua kita dalam memilih sekolah. Kondisi kita sekarang tidak bisa dielakkan dari apa yang kita jalani dimasa lalu. Meski kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masa lalu itu sendiri.

Kalau kita kembalikan cerita ini ke anak-anak kita sekarang, menurut anda apa yang akan dirasakannya?

Atau apa yang diperbuatnya selama menanti jadwal pendaftaran sekolah? Bagaimana kalau dia ternyata memang tidak bisa bersekolah di Pesantren? Pendaftaran sekolah merupakan akhir dari kegelisahannya dan juga akhir dari cerita film ini. Menurut saya ini akan menjadi sangat menarik untuk divisualkan menjadi sebuah film. Tantangannya adalah memvisualkan gejolak emosi idealis seorang anak yang terbatasi oleh norma-norma dalam keluarga. Dan cerita ini akan selesai hanya dengan sebuah diskusi kecil sambil ngopi.

Bagaimana? Apakah anda berminat terlibat dalam pembuatan film ini?

 

2 thoughts on ““Krapyak…” (Cerita Yang Belum Selesai …)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *