Mulai Sekarang Berhati-hatilah Bila Anak Nonton Upin Dan Ipin Di Televisi Swasta…!!

Nonton Upin

Siapa yang tidak mengenal dua orang bocah kecil yang lucu sekaligus bijak ini? Mungkin anak Indonesia dari sabang sampai merauke sangat kenal dengan tokoh animasi ini. Ditambah lagi jadwal tayang yang intensif di jam yang sama setiap minggunya oleh salah satu stasiun televisi swasta. Beribu anak Indonesia akan rela meninggalkan kegiatan lainnya demi menonton film ini. Para orang tua pun bersyukur dengan adanya tayangan seperti ini, karena bisa mengalihkan kesibukannya kepada pekerjaan yang lain. Televisi sudah menjadi digital babysitter selama 45 menit tayangan Upin Dan Ipin.

Mungkin bagi kita, fenomena ini sama saja seperti kita sewaktu kecil menonton serial ‘Si Unyil’ yang sangat legendaris itu. Film boneka tangan itu benar-benar menghipnotis kita dengan ragam petualangannya. Setiap anak yang gundul dipanggil Pak Ogah, bila kita keluar rumah dengan sarung dipanggil Unyil, atau sampai ada istilah Kumis Pak Raden buat orang yang berkumis tebal.

Tetapi ada satu hal penting yang berbeda dengan film Si Unyil, bahwa film Upin Dan Ipin ini disusupi iklan. Lantas apa yang dikhawatirkan dengan tayangan Upin Dan Ipin di televisi swasta tersebut? Saat anak bermain dengan mainan kesukaannya, atau menonton acara televisi kesukaannya (termasuk film Upin Dan Ipin) adalah waktu yang paling sakral buat menentukan sikap dan perilaku anak dikesehariannya. Konsentrasi tingkat tinggi. Faktanya, ada anak yang sampai hafal betul dialog si bocah negeri seberang ini. Atau ada juga yang hanya melihat satu bagian frame saja, langsung tau apa judulnya, bagaimana kelanjutan ceritanya dan sebagainya. Bagi saya ini sangat dahsyat! Ucapan seorang ayah saja belum tentu dapat ditiru sianak.

upin

Tayangan iklan yang berdurasi sekitar 5 – 10 detik kemudian beralih ke iklan yang lain, begitu seterusnya sampai batas waktu iklan selama 5 – 7 menit. Durasi yang sangat singkat ini terus berulang selama beberapa kali dalam satu episode film Upin Dan Ipin. Dan yang perlu juga kita ketahui bahwa rentang waktu anak dapat berkonsentrasi adalah 5 – 7 menit.

Artinya apa? rentang waktu ini memang benar-benar sangat efektif buat menyuntik isi otak anak kita dengan berbagai perilaku dan produk. Dengan durasi iklan yang singkat dan berganti-ganti, pola fikir anak juga akan terbentuk menjadi malas berfikir panjang. Walhasil, anak kita akan menjadi sangat konsumtif terhadap berbagai produk, hiperaktif karena meniru adegan-adegan dalam iklan, kurang kreatif karena tidak bisa membedakan antara dunia televisi dan dunia nyata, serta banyak dampak lain yang bisa di-search di google.

Lantas bagaimana?

Ada satu metode yang bisa anda gunakan untuk membuktikan langsung seberapa dahsyatnya iklan meracuni otak anak kita. Pertama, anda harus meluangkan waktu bersama menonton satu episode saja film Upin Dan Ipin bersama anak anda. Kemudian setiap kali jeda iklan berlangsung, anda harus menyebutkan satu kalimat dibawah ini :

“Hujan akan turun kalau awan sudah sangat berat”

Ulangi kalimat ini cukup tiga kali dalam satu sesi tayang iklan. Anggap saja apa yang anda ucapkan adalah bagian dari iklan televisi. Selanjutnya terus ikut menonton bersama anak. Setelah selesai mononton film Upin Dan Ipin tanyakan kepada anak anda kapan hujan akan turun. Kalau ‘iklan’ anda berhasil maka dia akan menjawab,”Kalau awan sudah sangat berat“.

Atau tanyakan mau jajan apa, kalau dia menjawab,”es paddle pop“. Atau,”choky-choky” maka saya ucapkan selamat, karena anak anda telah menjadi korban globalisasi. Dan mungkin selanjutnya adalah anak saya… Thanks for reading!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *