Dongeng Ini Bercerita Tentang Asal Usul Gerhana

042471500_1452732628-maxresdefault__1_

Suatu ketika, Matahari pernah bertanya kepada bumi, “Hai Bumi, Siapakah yang menerangimu saat engkau membelakangiku?”

“Bulan…,”Jawab bumi singkat.

“Siapakah bulan itu?”

“Dia memang tidak sebesar dan secerah kamu wahai Matahari, tetapi dia sangat indah dan menarik, sangat cantik bersanding dengan kegelapan saat engkau tiada…”

“Oh ya..?”

“Ya… Bahkan para ‘penghuni’ku pun lebih banyak memujinya ketimbang engkau. Meskipun cahayamu lebih terang daripadanya, mereka menciptakan lagu-lagu indah saat bersama Bulan”.

“Kalau begitu, aku ingin bertemu dia wahai bumi..,”Ungkap Matahari semakin penasaran.

“Jangan, kalian tidak boleh bertemu..!!”Bumi melarang keinginan sang Matahari.

“Kenapa..?”

“Karena kalian memang diciptakan Tuhan untuk saling mengisi kekurangan masing-masing. Saling mengisi itulah yang menyebabkan ada keseimbangan. Dan keseimbangan yang mengantarkan ‘penghuni’ ku menuju kedamaian. Kedamaian hidup bersama. Saat mereka bersamamu mereka sebut itu siang, dan ketika bersama bulan mereka sebut itu malam,”Bumi menjelaskan dengan tenang.

“Keseimbangan mereka juga karena adanya laki-laki dan perempuan, jantan dan betina, kiri dan kanan…Kalau kalian bertemu, keseimbangan itu akan sirna,”lanjut Bumi lagi.

“Tidak, aku ingin bertemu Bulan!! Kalau tidak, aku akan…”

“Akan apa?! Akan menghentikan sinarmu menuju ku?”Sanggah Bumi.

“Tolonglah Bumi, aku sangat ingin bertemu dengan Bulan…,”Ungkap Matahari dengan memelas.

“Mmm…Baiklah, tapi hanya sebentar. Jangan lama-lama,”Tegas Bumi.

“Baiklah..”Jawab Matahari dengan bahagia.

Akhirnya pada waktu yang ditentukan bertemulah Matahari dengan Bulan, tanpa ada penghalang.. Maka terjadilah apa yang kita sebut dengan “Gerhana…”

gerhana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *