Daratan Tanpa Manusia

234

Selama beberapa minggu di tengah lautan, mereka bahkan tidak lagi seperti binatang2 lain yang masih berada di hutan. Sepertinya sifat ke-binatang-an mereka benar-benar hilang. Beruang putih, yang biasanya pantang mencium bau rusa karena akan langsung melahapnya, kini menjadi sangat pendiam. Dia hanya merenung menatap jauh. Lautan yang seperti tanpa batas telah membuatnya harus tunduk patuh kepada alam. Tidak ada yg berani mengajaknya berbicara.

Harimau pun begitu, dia lemas menahan lapar. Semuanya merasakan lapar. Bahkan ikan2 yg berada didalam laut berloncatan kekapal menyerahkan nyawa mereka untuk dijadikan santapan, tapi tak ada yg mempedulikan.

“Darataaaaaaan… ada darataaaaan….!!!!” Tiba2-tiba tapir berteriak keras. Seperti tersengat listrik semua binatang yg berada di kapal milik manusia itu tersentak kaget. Mereka sangat mengharapkan daratan untuk melabuhkan kembali hrapan2 mereka, melabuhkan kekuatan jiwa yg melemah oleh kerasnya hidup yg mereka alami. Cita2 untuk hidup tentram selama ini telah terusik oleh makhluk yg disebut manusia.

Hutan yg dulu┬ámereka diami hangus dibakar. Hingga pada suatu malam mereka mengambil kapal milik manusia dan membawanya mengarungi lautan. Kemudian berlayar dan berharap menemukan sebuah tempat yg tanpa manusia disana…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *